Home / OKI

Silih Berganti Kepemimpinan, Kejari OKI Dikritik: Penanganan Kasus Korupsi Dinilai Belum Optimal Publik Pertanyakan Transparansi dan Kepastian Hukum Sejumlah Perkara yang Menjadi Sorotan

Rabu, 3 Juni 2026 - 01:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kayuagung – Kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Komering Ilir (OKI) kembali menjadi sorotan masyarakat. Meski telah beberapa kali mengalami pergantian kepemimpinan, lembaga penegak hukum tersebut dinilai belum menunjukkan hasil yang signifikan dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di wilayah Kabupaten OKI.

Sejumlah kalangan masyarakat menilai masih terdapat berbagai perkara yang telah melalui proses pemeriksaan maupun penyelidikan, namun hingga kini belum diketahui secara pasti perkembangan maupun penyelesaiannya. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai transparansi dalam penanganan perkara yang dilakukan oleh Kejari OKI.

Berdasarkan informasi yang berkembang di tengah masyarakat, beberapa kasus yang sempat menjadi perhatian publik antara lain dugaan penyalahgunaan anggaran proyek pembangunan infrastruktur pedesaan tahun 2024, dugaan manipulasi data dalam pengajuan bantuan sosial pada awal 2025, serta dugaan penyimpangan dalam proyek revitalisasi sekolah. Meski disebut telah masuk dalam proses pemeriksaan, perkembangan penanganan perkara-perkara tersebut belum banyak diketahui publik.

“Sudah beberapa kali terjadi pergantian pimpinan di Kejari OKI, namun masyarakat masih menunggu langkah nyata yang menunjukkan komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi. Banyak kasus yang pernah diperiksa, tetapi perkembangannya tidak diketahui secara jelas,” ujar salah satu masyarakat.

Kritik terhadap Kejari OKI juga muncul karena minimnya informasi resmi mengenai status sejumlah perkara yang pernah menjadi perhatian publik. Menurut sejumlah warga, keterbukaan informasi diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana proses penegakan hukum berjalan.

“Masyarakat memiliki hak untuk mengetahui perkembangan penanganan perkara yang menyangkut kepentingan publik. Ketika tidak ada informasi yang disampaikan secara terbuka, wajar jika muncul berbagai pertanyaan dan spekulasi,” ujar seorang warga Kayuagung lainnya yang mengikuti perkembangan berbagai kasus di OKI.

Sementara itu, Ketua DPC PPWI OKI, M. Abbas Umar, memberikan pandangan bahwa komunikasi antara aparat penegak hukum dan masyarakat perlu ditingkatkan. Transparansi dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum.

Ia menilai bahwa keterbukaan informasi mengenai penanganan perkara, sepanjang tidak mengganggu proses hukum yang sedang berjalan, merupakan bagian dari prinsip akuntabilitas publik yang perlu dijaga oleh setiap institusi penegak hukum.

Hingga berita ini ditulis, Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ilir belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai kritik yang berkembang di masyarakat, termasuk mengenai perkembangan sejumlah perkara yang disebut masih menjadi perhatian publik.

Masyarakat berharap Kejari OKI dapat memberikan penjelasan secara terbuka terkait penanganan kasus-kasus yang menjadi sorotan, sekaligus meningkatkan transparansi dan komunikasi publik guna memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum di Kabupaten Ogan Komering Ilir. (Jul PPWI OKI/Tim Redaksi)

Referensi:

Dugaan Korupsi Proyek Revitalisasi Sekolah di OKI – Selain SMPN 1 Teluk Gelam, 2 Sekolah Lain Diduga Terlibat, Semua APH Bungkam – “Ada Apa?”

Berita Terkait

Pegawai Inspektorat OKI Tewas Ditikam di Kantin PMD, Terduga Pelaku Diamankan
Pastikan Api Padam, Dandim 0402/OKI-OI Tinjau Langsung Sejumlah Lokasi Karhutla
Di Tengah Ancaman Karhutla yang Kian Mengkhawatirkan, Pemkab OKI Malah Sibuk Mutasi 65 Pejabat?
Terima Audiensi Sespim Polri, Dandim 0402/OKI-OI Tegaskan Penanganan Karhutla Butuh Sinergi Seluruh Stakeholder
Asap Karhutla Makin Pekat, PPWI Pertanyakan Efektivitas Penanganan Pemerintah Daerah
Wacana Jabatan Kades Seumur Hidup: Jangan Tak Tahu Malu, Kerja Tak Becus Minta Jabatan Seumur Hidup
Teladan di Tengah Kepungan Asap, Dandim 0402/OKI-OI Kawal Langsung Penanganan Karhutla
BRI BO Kayuagung Peringati Hari Pelanggan Nasional, Sapa Nasabah dan Bagikan Apresiasi

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 07:31 WIB

Pegawai Inspektorat OKI Tewas Ditikam di Kantin PMD, Terduga Pelaku Diamankan

Jumat, 18 September 2026 - 02:17 WIB

Pastikan Api Padam, Dandim 0402/OKI-OI Tinjau Langsung Sejumlah Lokasi Karhutla

Kamis, 17 September 2026 - 23:18 WIB

Di Tengah Ancaman Karhutla yang Kian Mengkhawatirkan, Pemkab OKI Malah Sibuk Mutasi 65 Pejabat?

Selasa, 15 September 2026 - 02:13 WIB

Terima Audiensi Sespim Polri, Dandim 0402/OKI-OI Tegaskan Penanganan Karhutla Butuh Sinergi Seluruh Stakeholder

Senin, 14 September 2026 - 03:53 WIB

Asap Karhutla Makin Pekat, PPWI Pertanyakan Efektivitas Penanganan Pemerintah Daerah

Jumat, 11 September 2026 - 05:30 WIB

Wacana Jabatan Kades Seumur Hidup: Jangan Tak Tahu Malu, Kerja Tak Becus Minta Jabatan Seumur Hidup

Rabu, 9 September 2026 - 01:18 WIB

Teladan di Tengah Kepungan Asap, Dandim 0402/OKI-OI Kawal Langsung Penanganan Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 03:27 WIB

BRI BO Kayuagung Peringati Hari Pelanggan Nasional, Sapa Nasabah dan Bagikan Apresiasi

Berita Terbaru