OGAN KOMERING ILIR
Keributan yang melibatkan warga Desa Jambu Ilir dan Desa Bumi Agung, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis malam (15/10/2026), berujung tragis. Dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara dua orang lainnya mengalami luka-luka, salah satunya dalam kondisi kritis.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB tersebut diduga dipicu perselisihan di media sosial yang kemudian berkembang menjadi pertikaian langsung antara kedua kelompok warga.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, korban meninggal dunia diketahui bernama Wahid bin Masaka (50), seorang petani, dan Farel bin Wahid (18), seorang wiraswasta. Keduanya merupakan warga Desa Jambu Ilir, Kecamatan Tanjung Lubuk.
Sementara itu, dua korban lainnya yang mengalami luka-luka adalah Doni Pratama bin Wahid (30), yang dilaporkan dalam kondisi kritis, serta Muhardika bin Ahmad Faisol (18). Keduanya juga tercatat sebagai warga Desa Jambu Ilir.
Berawal dari Perselisihan di Media Sosial
Berdasarkan kronologi awal yang beredar, perselisihan diduga bermula sekitar pukul 21.30 WIB melalui percakapan dan adu argumen di media sosial, termasuk siaran langsung atau live streaming aplikasi TikTok.
Perselisihan tersebut diduga melibatkan warga Desa Jambu Ilir dan Desa Bumi Agung. Kedua kelompok kemudian disebut sepakat untuk bertemu di kawasan Pasar Tanjung Lubuk.
Dalam perjalanan menuju lokasi, kelompok warga Desa Bumi Agung dilaporkan menggunakan sepeda motor. Sementara itu, kelompok dari Desa Jambu Ilir datang dari arah belakang menggunakan tiga unit mobil.
Menurut informasi awal, kendaraan yang digunakan kelompok dari Desa Jambu Ilir diduga menabrak kelompok yang sedang mengendarai sepeda motor. Kejadian tersebut kemudian berlanjut menjadi perkelahian yang menyebabkan sejumlah orang mengalami luka-luka.
Dua orang dilaporkan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Korban lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda.
Meski demikian, kronologi lengkap, termasuk penyebab awal bentrokan dan peran masing-masing pihak, masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut dari kepolisian.
Dua Orang Diamankan, Polisi Lakukan Penyelidikan
Dalam informasi awal terkait penanganan perkara, dua orang yang diduga terlibat telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
Keduanya berinisial atau bernama Muhammad Deni Alfani bin Nazori (28) dan Nazori bin Anwar (53), yang tercatat sebagai warga Desa Bumi Agung, Kecamatan Tanjung Lubuk.
Namun, status hukum serta peran masing-masing dalam peristiwa tersebut masih perlu dikonfirmasi secara resmi kepada pihak kepolisian. Asas praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan hingga terdapat proses hukum yang menentukan.
Sejumlah barang bukti juga dilaporkan ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP), antara lain tiga pasang sandal, dua sarung pisau tanpa bilah, satu sarung celurit tanpa bilah, satu bilah parang, satu helai sarung berwarna hitam, serta dua unit sepeda motor.
Kedua sepeda motor tersebut terdiri atas Yamaha Vega berwarna hitam tanpa nomor polisi dan Yamaha Lexi berwarna putih dengan nomor polisi BG 5404 EAE.
Selain itu, barang bukti lain dilaporkan diperoleh dari kelompok yang diduga terlibat, berupa satu bilah senjata tajam, pakaian, dan sepatu yang disebut berkaitan dengan dua orang yang diamankan.
Seluruh barang bukti tersebut perlu diperiksa lebih lanjut untuk memastikan kaitannya dengan peristiwa yang terjadi.
Diduga Dipicu Dendam Lama
Selain perselisihan di media sosial, informasi awal menyebutkan adanya dugaan dendam lama yang berkaitan dengan pemilihan kepala desa di Desa Bumi Agung.
Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab bentrokan. Kepolisian perlu mendalami apakah perselisihan di media sosial, persoalan masa lalu, atau faktor lain menjadi pemicu utama peristiwa yang menelan korban jiwa tersebut.
Korban meninggal dunia dilaporkan telah dipulangkan ke rumah duka di Desa Jambu Ilir untuk selanjutnya dimakamkan oleh keluarga.
Sementara itu, situasi di Desa Jambu Ilir dan Desa Bumi Agung dilaporkan masih memanas setelah kejadian tersebut.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena ketegangan yang tidak terkendali berpotensi memicu aksi balasan antarkelompok warga.
Menunggu Keterangan Resmi Kepolisian
Hingga berita ini disusun, pihak Polsek Tanjung Lubuk maupun Polres OKI belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap, motif kejadian, jumlah orang yang diamankan, serta perkembangan penyelidikan.
Masyarakat di kedua desa diharapkan tetap tenang, tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, dan menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
Aparat kepolisian juga diharapkan segera melakukan langkah-langkah pengamanan dan pendekatan kepada tokoh masyarakat serta pemerintah desa guna mencegah bentrokan susulan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perselisihan di media sosial dapat berdampak serius apabila tidak disikapi secara bijaksana. Relis PPWI










