Diduga Tak Melalui Proses Terbuka, Penunjukan Pekerjaan Kabel Dipertanyakan

Senin, 12 Januari 2026 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cilegon –

Direktur Utama PT Insing Dwi Perkasa, Husen Saidan, didampingi kuasa hukumnya, Firman Damanik, menggelar konferensi pers untuk merespons surat klarifikasi yang disampaikan oleh PT CBN terkait dugaan monopoli usaha. Konferensi pers tersebut berlangsung pada Minggu, 11 Januari 2026.

Langkah ini diambil menyusul klarifikasi PT CBN atas pernyataan Husen Saidan sebelumnya yang menyinggung dugaan adanya praktik monopoli dalam penunjukan pekerjaan material kabel sisa proyek PT LCI.

Menanggapi hal tersebut, Husen menyatakan pihaknya bergerak cepat dengan memberikan respons terbuka agar informasi yang beredar di publik tetap berimbang dan utuh.

Dalam konferensi pers tersebut, Kuasa Hukum PT Insing Dwi Perkasa, Firman Damanik, menjelaskan bahwa pihaknya memutuskan menyampaikan surat terbuka sebagai bentuk tanggapan resmi terhadap klarifikasi PT CBN, yang sekaligus menyatakan bahwa tindakan PT Hein Global Utama dinilai telah sesuai prosedur menurut versi mereka.

“Kami menyampaikan surat terbuka ini karena persoalan tersebut berkaitan langsung dengan proses penunjukan pekerjaan oleh PT Hein Global Utama. Jika memang terdapat keberatan atas pernyataan klien kami, seharusnya disampaikan secara formal dan seimbang, setidaknya melalui media, agar publik memperoleh gambaran yang utuh dan tidak sepotong-potong,” ujar Firman, Minggu (11/1/2026).

Firman menegaskan, sejak awal kliennya tidak pernah menggunakan diksi menuduh, melainkan secara konsisten menggunakan istilah ‘dugaan’. Menurutnya, dalam perspektif hukum, pemilihan diksi tersebut memiliki makna yang berbeda dan tidak dapat disamakan dengan tuduhan atau vonis.

“Oleh karena itu, surat terbuka ini kami sampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman dan tidak menimbulkan kesan seolah-olah klien kami menyerang kehormatan pihak tertentu. Yang disampaikan murni dugaan berdasarkan fakta-fakta yang dialami langsung oleh klien kami,” jelasnya.

Lebih lanjut, Firman menerangkan bahwa dalam mekanisme pengadaan pekerjaan, secara umum dikenal beberapa metode, antara lain tender umum, tender terbatas, hingga pemilihan atau penunjukan langsung. Dalam konteks ini, kliennya hanya mempertanyakan metode pengadaan yang digunakan dalam pekerjaan material kabel sisa proyek PT LCI.

“Klien kami merasa tidak pernah mendapatkan undangan, pemberitahuan, ataupun informasi terkait proses seleksi pekerjaan tersebut. Oleh karena itu, yang dipertanyakan adalah mekanismenya, bukan menuduh pihak tertentu,” ujarnya.

Firman menambahkan, apabila metode yang digunakan adalah penunjukan langsung, maka seharusnya terdapat argumentasi dan justifikasi yang jelas, misalnya karena hanya terdapat satu perusahaan yang memenuhi syarat teknis atau administratif.

“Namun hingga saat ini, penjelasan tersebut belum pernah disampaikan kepada klien kami,” imbuhnya.

Sementara itu, Husen Saidan menyatakan bahwa dugaan tersebut muncul karena dirinya merasakan langsung dampak dari proses yang sedang dan telah berjalan. Sebagai pengusaha lokal yang berdomisili di Kelurahan Rawa Arum, yang termasuk wilayah Ring 1, Husen mengaku tidak pernah dilibatkan sejak awal hingga pekerjaan material kabel tersebut direalisasikan.

Sebagai informasi, dugaan praktik monopoli usaha diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, khususnya Pasal 17 dan Pasal 19, yang menekankan pentingnya persaingan usaha yang sehat, transparan, dan tidak merugikan pelaku usaha lain.

Namun demikian, dugaan tersebut tetap memerlukan pembuktian sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Pewarta : (Wawan)

Berita Terkait

Arus Penyeberangan Merak–BBJ–Ciwandan Terpantau Lancar, Kapolda Banten Pastikan Situasi Aman dan Terkendali
Kapolda Banten Tinjau Kesiapan Pengamanan Arus Mudik Lebaran 1447 H di Pelabuhan Merak
Silaturahmi Percasi Banten Menggema: Wagub Dimyati Dorong Lahirnya Grandmaster Baru dari Tanah Jawara
Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem, Kapolres Cilegon Kerahkan Personel 24 Jam dan Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir
Konsolidasi dan Buka Puasa Bersama DPD Bapera Banten: Perkuat Soliditas Organisasi dan Berbagi dengan Anak Yatim
Jeritan Warga RT 06/RW 06 Langon Indah Merak: Jalan Rusak Bertahun-tahun Belum Tersentuh Pemkot
Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon Tinjau Banjir di Sejumlah Wilayah, Desak Pemkot Segera Benahi Drainase
Pererat Sinergi dan Silaturahmi Ramadan, PLN Indonesia Power UBP Suralaya Buka Puasa Bersama Insan Pers Kota Cilegon

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:21 WIB

Arus Penyeberangan Merak–BBJ–Ciwandan Terpantau Lancar, Kapolda Banten Pastikan Situasi Aman dan Terkendali

Sabtu, 14 Maret 2026 - 07:14 WIB

Kapolda Banten Tinjau Kesiapan Pengamanan Arus Mudik Lebaran 1447 H di Pelabuhan Merak

Senin, 9 Maret 2026 - 21:25 WIB

Silaturahmi Percasi Banten Menggema: Wagub Dimyati Dorong Lahirnya Grandmaster Baru dari Tanah Jawara

Senin, 9 Maret 2026 - 21:24 WIB

Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem, Kapolres Cilegon Kerahkan Personel 24 Jam dan Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

Senin, 9 Maret 2026 - 03:09 WIB

Konsolidasi dan Buka Puasa Bersama DPD Bapera Banten: Perkuat Soliditas Organisasi dan Berbagi dengan Anak Yatim

Senin, 9 Maret 2026 - 01:49 WIB

Jeritan Warga RT 06/RW 06 Langon Indah Merak: Jalan Rusak Bertahun-tahun Belum Tersentuh Pemkot

Senin, 9 Maret 2026 - 01:45 WIB

Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon Tinjau Banjir di Sejumlah Wilayah, Desak Pemkot Segera Benahi Drainase

Sabtu, 7 Maret 2026 - 04:39 WIB

Pererat Sinergi dan Silaturahmi Ramadan, PLN Indonesia Power UBP Suralaya Buka Puasa Bersama Insan Pers Kota Cilegon

Berita Terbaru