CILEGON –
Kota Cilegon mencatatkan capaian gemilang di sektor ekonomi dengan realisasi investasi tahun 2025 yang mencapai Rp32,30 triliun. Angka ini melonjak tajam dan melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) sebesar Rp17 triliun.
Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Kota Cilegon kini menempati peringkat kedua realisasi investasi tertinggi di Provinsi Banten.
Kepala DPMPTSP Kota Cilegon, Hayati Nufus, menjelaskan bahwa total investasi tersebut merupakan akumulasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp23,81 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp8,49 triliun.
“Alhamdulillah, capaian investasi Kota Cilegon tahun 2025 sebesar Rp32,30 triliun. Dengan demikian, realisasi ini telah melampaui target daerah yang ditetapkan sebelumnya,” ujar Hayati Nufus saat memberikan keterangan pada Rabu (11/2/2026).
Sektor Unggulan dan Kontribusi Asing
Sektor industri kimia dan farmasi menjadi motor utama penggerak investasi di Kota Cilegon dengan kontribusi sebesar Rp21,55 triliun. Disusul oleh sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi senilai Rp3,73 triliun, serta sektor listrik, gas, dan air sebesar Rp2,32 triliun.
Selain itu, industri karet dan plastik menyumbang Rp1,49 triliun, diikuti industri logam dasar dan barang logam senilai Rp1,37 triliun.
Dari sisi penanaman modal asing, Malaysia menjadi investor terbesar dengan nilai Rp12,70 triliun. Negara-negara lain yang turut mendominasi adalah Thailand (Rp3,96 triliun), Jepang (Rp3,20 triliun), Korea Selatan (Rp1,66 triliun), dan Amerika Serikat (Rp891 miliar).
Daftar Perusahaan Penanam Modal Terbesar
Beberapa korporasi besar tercatat sebagai penyumbang investasi tertinggi di Kota Cilegon sepanjang tahun 2025, di antaranya:
Penanaman Modal Asing (PMA):
PT Lotte Chemical Indonesia: Rp12,69 triliun
PT Chandra Asri Alkali: Rp3,90 triliun
PT MC Pet Film Indonesia: Rp1,50 triliun
PT Asahimas Chemical: Rp1,20 triliun
PT Indo Raya Tenaga: Rp1,10 triliun
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN):
PT ASDP Indonesia Ferry: Rp2,60 triliun
PT Chandra Asri Pacific: Rp1,10 triliun
PT PLN Indonesia Power: Rp797 miliar
PT Krakatau Steel: Rp634 miliar
PT Jemla Ferry: Rp487 miliar
Menutup keterangannya, Hayati Nufus mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga iklim investasi agar tetap kondusif.
“Kami berharap semua pihak dapat bersama-sama mendukung dan menjaga kondusivitas investasi di Kota Cilegon demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Pewarta : Wawan










