Home / OKI

Minim Informasi, Pemusnahan Narkotika di Kejari OKI Jadi Sorotan

Jumat, 20 Februari 2026 - 05:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OKI

Pemusnahan barang bukti narkotika yang dilakukan di halaman kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) OKI baru-baru ini menuai keraguan dari publik. Pasalnya, kegiatan tersebut dinilai kurang transparan karena tidak melibatkan perwakilan dari organisasi pers maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Acara pemusnahan barang bukti tersebut hanya dihadiri oleh beberapa unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan publik, terutama karena pemberitaan mengenai kegiatan tersebut hanya berupa rilis dari Pemerintah Daerah.

“Apakah benar-benar dimusnahkan, ataukah diduga dijual kembali? Tidak ada yang tahu,” ujar salah seorang warga sambil bertanya-tanya, mencerminkan keraguan yang beredar di masyarakat.

Ketidakjelasan ini memicu kecurigaan terkait proses pemusnahan barang bukti narkotika. Publik mempertanyakan apakah barang bukti tersebut benar-benar dimusnahkan sesuai prosedur, atau justru disalahgunakan.

Ketua PPWI OKI, M. Abbas Umar, saat ditanya mengenai informasi pemusnahan barang bukti di Kejari OKI, menyatakan bahwa pihaknya tidak mendapatkan informasi terkait hal itu. “Tidak ada surat resmi memberitahukan,” kata Abbas saat diminta memberikan tanggapan.

Menanggapi hal ini, Praktisi Hukum Nasional, H. Alfan Sari, SH, MH, MM, berpendapat bahwa tindakan Kejari OKI yang hanya mengandalkan rilis Pemda tanpa akses media langsung adalah langkah mundur dalam pembangunan demokrasi dan supremasi hukum di daerah. “Hal ini wajar memicu mosi tidak percaya dari masyarakat,” ujarnya.

Menurut Alfan Sari, langkah terbaik saat ini adalah “Tabayyun Hukum” melalui jalur Keterbukaan Informasi Publik. “Jika Kejaksaan bersih, mereka seharusnya tidak keberatan membuka dokumen Berita Acara tersebut kepada publik melalui Advokat atau organisasi pers,” tegasnya. (Tim PPWI OKI/Red)

Berita Terkait

Safari Ramadhan di OKI, Kapolres Siap Tindaklanjuti Arahan Polda demi Keamanan dan Ketertiban
Herman Ismail Minta Polres OKI Tangkap dan Penjarakan Oknum Parkir Liar di Pasar Shopping Kayuagung
Retribusi Tak Capai Target, Dishub OKI Ganti Pengelola Parkir Pasar Shopping Kayuagung
Polres OKI berkunjung ke sekretariat PPWI Bahas Isu Terkini
Kasus Jual Beli Jabatan di OKI: Praktisi Hukum Minta APH Jangan Tutup Mata Soal Korupsi
Wifi Pajak Cuma Pajangan? KPP Kayuagung Dikecam Warga, Password Salah, layanan Amburadul
Misteri P3K Paruh Waktu “Siluman” di OKI: Dari Wiraswasta dan Leasing ke Baju Korpri?
Rehabilitasi Lapangan Tenis OKI Diduga Jadi Ajang Korupsi, Ketua DPC PPWI OKI Desak APH Bertindak

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 02:15 WIB

Safari Ramadhan di OKI, Kapolres Siap Tindaklanjuti Arahan Polda demi Keamanan dan Ketertiban

Jumat, 20 Februari 2026 - 05:43 WIB

Minim Informasi, Pemusnahan Narkotika di Kejari OKI Jadi Sorotan

Rabu, 4 Februari 2026 - 06:01 WIB

Herman Ismail Minta Polres OKI Tangkap dan Penjarakan Oknum Parkir Liar di Pasar Shopping Kayuagung

Selasa, 3 Februari 2026 - 07:18 WIB

Retribusi Tak Capai Target, Dishub OKI Ganti Pengelola Parkir Pasar Shopping Kayuagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 06:22 WIB

Polres OKI berkunjung ke sekretariat PPWI Bahas Isu Terkini

Selasa, 27 Januari 2026 - 08:34 WIB

Kasus Jual Beli Jabatan di OKI: Praktisi Hukum Minta APH Jangan Tutup Mata Soal Korupsi

Kamis, 15 Januari 2026 - 08:32 WIB

Wifi Pajak Cuma Pajangan? KPP Kayuagung Dikecam Warga, Password Salah, layanan Amburadul

Rabu, 31 Desember 2025 - 01:47 WIB

Misteri P3K Paruh Waktu “Siluman” di OKI: Dari Wiraswasta dan Leasing ke Baju Korpri?

Berita Terbaru

Bali

Sabtu, 14 Mar 2026 - 11:39 WIB