Desaku Maju Dorong Hilirisasi Perdesaan Lampung Untuk Perkuat MBG dan KDMP

Kamis, 9 April 2026 - 03:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung terus mempercepat penguatan ekonomi berbasis desa melalui Program Desaku Maju dengan menempatkan hilirisasi sektor pertanian sebagai strategi utama peningkatan nilai tambah, kesejahteraan masyarakat, dan ketahanan pangan daerah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Anang Risgiyanto, yang mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, pada kegiatan Pelatihan Operator Mesin Pengering (Bed Dryer) dan Manajemen Bisnis di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (5/4/2026).

Anang menjelaskan bahwa Program Desaku Maju merupakan bagian dari transformasi ekonomi desa yang dirancang secara terarah dan berkelanjutan, sekaligus mencerminkan kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat struktur ekonomi dari tingkat akar rumput.

Sejalan dengan arahan Gubernur Lampung dalam rapat koordinasi beberapa waktu lalu, pelaksanaan Program Desaku Maju diarahkan sebagai upaya hilirisasi di tingkat desa, bukan sekadar penyaluran alat dan mesin pertanian. Fokus pengembangan ditetapkan pada tiga komoditas utama, yakni padi, jagung, dan singkong, yang dinilai mampu menjad↑ penggerak utama ekonomi Lampung dari desa.
Hilirisasi dipandang sebagai kunci dalam mengoptimalkan potensi lokal, meningkatkan daya saing produk pertanian, serta memperpendek rantai distribusi. Melalui pemanfaatan teknologi pascapanen seperti mesin pengering (bed dryer), kualitas hasil panen dapat ditingkatkan, kehilangan pascapanen ditekan, dan akses pasar petani diperluas.

Selain penguatan kualitas produk utama, hilirisasi juga mencakup pemanfaatan sisa hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah, termasuk pakan ternak berbasis bahan lokal. Pendekatan ini diharapkan membentuk ekosistem produksi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berorientasi ekonomi sirkular di perdesaan.

Program Desaku Maju juga terintegrasi dengan berbagai agenda strategis nasional dan daerah, di antaranya dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan Kawasan Desa Mandiri Pangan, serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai instrumen penguatan ekonomi kerakyatan.

Anang menambahkan bahwa Program Desaku Maju Lampung menekankan pemberdayaan masyarakat sebagai pendekatan utama dalam pengentasan kemiskinan, dengan mendorong kemandirian ekonomi desa dan mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial.
Secara konkret, pada tahun 2026 Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan pengembangan fasilitas bed dryer di 82 lokasi, penyebaran pupuk organik cair (POC) di 800 titik, serta pelaksanaan program vokasi bagi 500 peserta untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia desa. Pada tahap lanjutan, pengembangan kawasan percontohan hilirisasi juga diarahkan tersebar di berbagai kabupaten dan kota sesuai potensi komoditas unggulan daerah.

Upaya hilirisasi komoditas pertanian yang difokuskan pada padi, jagung, dan singkong telah menunjukkan hasil positif di sejumlah wilayah. Optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) terus didorong sebagai motor penggerak ekonomi desa, termasuk dalam pengelolaan sarana pascapanen dan distribusi hasil produksi.

“Penguatan infrastruktur desa, kemudahan akses pasar, serta dukungan permodalan bagi pelaku usaha desa menjadi bagian penting dalam implementasi program ini,” tegas Anang.

Pemerintah Provinsi Lampung optimistis bahwa penguatan hilirisasi pertanian akan berdampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani, penciptaan lapangan kerja di perdesaan, penguatan ketahanan pangan, serta ketersediaan pasokan bahan baku yang berkelanjutan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
Ke depan, Pemprov Lampung memastikan perencanaan dan pelaksanaan Program Desaku Maju dilakukan secara terukur, terintegrasi, dan berkesinambungan guna menghadirkan dampak nyata bagi pembangunan ekonomi daerah yang dimulai dari desa. (*Dinas Kominfotik Provinsi Lampung*)

Berita Terkait

Dekranasda Provinsi Lampung Gandeng Usaha Kuliner Lokal
Dekranasda Provinsi Lampung Siapkan Kriya Terbaik Tembus Panggung Nasional, Tapis hingga Sulam Usus Jadi Andalan
Gubernur Mirza Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi dan Hilirisasi Potensi Desa
Hibah Rp1,5 Miliar ke PTN Dipersoalkan, Pengamat: “Urus Rumah Sendiri Dulu, Baru Sedekah ke Tetangga”
PERCEPAT DETEKSI DINI TBC, PEMPROV LAMPUNG LAUNCHING WEBSITE PEDULI TB DAN BENTUK KOPI TB 2026
BPK Temukan Kekurangan Volume Rp625,77 Juta pada Proyek Jaringan Listrik RSUDAM ( Bagian Ke 2 )
Pengamat Ungkap Proyek Panas Bumi Suoh Sekincau tak Kantongi Izin UNESCO
Bagian 1 — BPK Soroti Pengadaan Genset Rp4,75 Miliar di RSUD Abdul Moeloek, Diduga Tak Efisien

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 07:57 WIB

Dekranasda Provinsi Lampung Gandeng Usaha Kuliner Lokal

Sabtu, 5 September 2026 - 07:53 WIB

Dekranasda Provinsi Lampung Siapkan Kriya Terbaik Tembus Panggung Nasional, Tapis hingga Sulam Usus Jadi Andalan

Sabtu, 5 September 2026 - 07:46 WIB

Gubernur Mirza Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi dan Hilirisasi Potensi Desa

Sabtu, 5 September 2026 - 02:14 WIB

PERCEPAT DETEKSI DINI TBC, PEMPROV LAMPUNG LAUNCHING WEBSITE PEDULI TB DAN BENTUK KOPI TB 2026

Sabtu, 5 September 2026 - 01:38 WIB

BPK Temukan Kekurangan Volume Rp625,77 Juta pada Proyek Jaringan Listrik RSUDAM ( Bagian Ke 2 )

Jumat, 4 September 2026 - 07:29 WIB

Pengamat Ungkap Proyek Panas Bumi Suoh Sekincau tak Kantongi Izin UNESCO

Jumat, 4 September 2026 - 06:06 WIB

Bagian 1 — BPK Soroti Pengadaan Genset Rp4,75 Miliar di RSUD Abdul Moeloek, Diduga Tak Efisien

Kamis, 3 September 2026 - 13:40 WIB

Sekdaprov Marindo Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Gubernur Minta Kinerja Makin Berdampak

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Dekranasda Provinsi Lampung Gandeng Usaha Kuliner Lokal

Sabtu, 5 Sep 2026 - 07:57 WIB