Kanada Tegaskan Dukungan atas Rencana Otonomi Maroko: Harapan Baru bagi Sahara

Jumat, 1 Mei 2026 - 02:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ottawa – Pemerintah Kanada menegaskan pengakuannya terhadap rencana otonomi Maroko sebagai dasar solusi yang dapat diterima bersama untuk menyelesaikan konflik regional di Sahara Maroko. Pernyataan ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Kanada pada Selasa, 28 April 2026, menyusul percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Indira Anand, dengan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Ekspatriat Maroko, Nasser Bourita.

Dalam pernyataan tersebut, Kanada menekankan pentingnya isu Sahara bagi Maroko dan mencatat adopsi Resolusi Dewan Keamanan PBB 2797 pada 31 Oktober 2025. Kanada menegaskan komitmennya untuk bertindak sesuai dengan prinsip Piagam PBB dan resolusi Dewan Keamanan terkait, dengan tujuan mencapai penyelesaian politik yang adil, langgeng, dan dapat diterima bersama.

Kementerian Luar Negeri Kanada menggambarkan rencana otonomi yang diajukan Maroko sebagai “inisiatif serius dan kredibel” dalam upaya mencapai penyelesaian yang adil dan berkelanjutan atas konflik tersebut.

Langkah ini juga menjadi bagian dari persiapan kunjungan resmi Menteri Anand ke Maroko dalam beberapa minggu mendatang. Kunjungan tersebut diharapkan dapat memperdalam diskusi mengenai hubungan bilateral kedua negara sekaligus memperkuat pembahasan terkait Sahara.

Menanggapi perkembangan ini, Wilson Lalengke, Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma), menyampaikan apresiasi mendalam atas sikap Kanada. “Kami di Persisma sangat gembira melihat kemajuan ini. Rencana otonomi Maroko yang diakui Kanada sebagai dasar solusi adalah langkah maju yang patut diapresiasi. Kami selalu mendukung kedua negara, Maroko dan Kanada, dalam upaya mereka mencapai perdamaian dan keadilan di kawasan Sahara,” ujar Petisioner HAM PBB 2025 itu, Kamis, 30 April 2026.

Wilson Lalengke menambahkan bahwa dukungan internasional terhadap rencana otonomi Maroko menunjukkan adanya konsensus global yang semakin kuat untuk mengakhiri konflik berkepanjangan. “Ini bukan hanya kemenangan diplomasi Maroko, tetapi juga harapan baru bagi rakyat Sahara. Persisma akan terus mendukung setiap langkah yang membawa perdamaian dan stabilitas,” tegasnya.

Sikap Kanada ini menandai pergeseran penting dalam diplomasi internasional terkait Sahara. Dengan mengakui rencana otonomi Maroko sebagai dasar solusi, Kanada memperkuat posisi Maroko di panggung global sekaligus membuka jalan bagi kerja sama yang lebih erat antara kedua negara.

Kunjungan resmi Menteri Anand ke Maroko diharapkan menjadi momentum untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang, termasuk perdagangan, pendidikan, dan kebudayaan. Hubungan bilateral yang semakin erat akan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara, sekaligus memperkuat stabilitas kawasan.

Pengakuan Kanada terhadap rencana otonomi Maroko sebagai dasar solusi konflik Sahara adalah langkah diplomatik yang signifikan. Dukungan ini memperkuat legitimasi Maroko di mata dunia dan membuka peluang baru bagi penyelesaian damai yang adil dan berkelanjutan.

Seperti yang ditegaskan oleh Wilson Lalengke, Presiden Persisma, perkembangan ini adalah kabar baik yang harus disambut dengan optimisme. “Kami akan selalu berdiri bersama Maroko dan Kanada dalam mendukung perdamaian dan keadilan di Sahara. Semoga langkah ini menjadi awal dari penyelesaian yang membawa kesejahteraan bagi seluruh pihak,” pungkasnya. (PERSISMA/Red)

Berita Terkait

Tonggak Sejarah Baru Maroko: Fatima Ezzahra El Mansouri Pimpin Pemerintahan Baru, Persisma Tegaskan Dukungan Berkelanjutan
Addressing the Geopolitical Crisis Involving the Middle East and Saudi Arabia: Here Is the Official Statement from the King of Morocco
Kedok Polisario Terbongkar: Bantuan Kemanusiaan Dirampok, Persisma Desak Pengungsi Dipulangkan ke Sahara Maroko
Skandal Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf: Keuangan Polisario Dipertanyakan, Wilson Lalengke Desak Pembubaran Kamp
Mauritius Ambil Langkah Strategis, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko
Jamaika dan Maroko Tandatangani Komunike Bersama, Wilson Lalengke: Langkah Strategis bagi Masa Depan Rakyat Sahara
Perempuan Ukraina Wajib Militer dan Proyek Diplomasi Manis: Pernyataan Elena Semerikova dan Apresiasi Persatuan Pewarta Warga Indonesia
Dukungan Kedaulatan Sahara Maroko dari Cili, Pondasi Kokoh bagi Pembangunan Berkelanjutan di Wilayah Selatan

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 02:51 WIB

Tonggak Sejarah Baru Maroko: Fatima Ezzahra El Mansouri Pimpin Pemerintahan Baru, Persisma Tegaskan Dukungan Berkelanjutan

Selasa, 29 September 2026 - 04:52 WIB

Addressing the Geopolitical Crisis Involving the Middle East and Saudi Arabia: Here Is the Official Statement from the King of Morocco

Minggu, 27 September 2026 - 03:36 WIB

Kedok Polisario Terbongkar: Bantuan Kemanusiaan Dirampok, Persisma Desak Pengungsi Dipulangkan ke Sahara Maroko

Jumat, 25 September 2026 - 01:16 WIB

Skandal Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf: Keuangan Polisario Dipertanyakan, Wilson Lalengke Desak Pembubaran Kamp

Kamis, 24 September 2026 - 12:29 WIB

Mauritius Ambil Langkah Strategis, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Kamis, 24 September 2026 - 12:25 WIB

Jamaika dan Maroko Tandatangani Komunike Bersama, Wilson Lalengke: Langkah Strategis bagi Masa Depan Rakyat Sahara

Rabu, 23 September 2026 - 02:52 WIB

Perempuan Ukraina Wajib Militer dan Proyek Diplomasi Manis: Pernyataan Elena Semerikova dan Apresiasi Persatuan Pewarta Warga Indonesia

Rabu, 23 September 2026 - 02:43 WIB

Dukungan Kedaulatan Sahara Maroko dari Cili, Pondasi Kokoh bagi Pembangunan Berkelanjutan di Wilayah Selatan

Berita Terbaru