“”CUAN””mengalahkan kepentingan umum” Semiskin itukah Lampung selatan, Drag Race menggunakan Jalan umum.

Jumat, 29 Mei 2026 - 05:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Selatan — Rencana penyelenggaraan ajang Drag Race dan Drag Bike di kawasan Bundaran Tugu Putri, perbatasan Desa Sabah Balau dengan Kecamatan Sukarame, memicu kritik keras dari masyarakat. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 13–14 Juni 2026 itu dinilai berpotensi menabrak aspek keselamatan publik dan membuka ruang legalisasi balap liar di jalan umum.

Sorotan muncul setelah beredarnya banner dan pamflet kegiatan yang menampilkan foto Radityo Egi Pratama dengan embel-embel “Piala Bupati Lampung Selatan”. Publik pun mulai mempertanyakan apakah kegiatan tersebut benar mendapat restu pemerintah daerah dan telah mengantongi seluruh izin resmi sesuai regulasi.

Masalahnya, lokasi yang direncanakan menjadi lintasan balap bukan sirkuit tertutup ataupun kawasan steril, melainkan akses vital masyarakat dari Desa Waygalih dan Sabah Balau menuju Kota Bandar Lampung. Jalan itu setiap hari digunakan warga untuk bekerja, sekolah, hingga aktivitas ekonomi.

Ironisnya, kawasan tersebut sebelumnya sempat menjadi titik balap liar yang disebut-sebut telah memakan korban kecelakaan. Kini, ketika masyarakat berharap ada penertiban permanen, justru muncul rencana kegiatan balap resmi di lokasi yang sama.

Tokoh masyarakat Sabah balau A. Gunawan, yang juga sebagai tokoh pergerakan massa Ormas GML Indonesia, menyayangkan kegiatan ini. Kalau sampai dilaksanakan di jalan umum yg ada di sabah balau, dampaknya pasti akan sangat mengganggu aktivitas pengguna jalan, selain itu memang dijalan tsb sering menjadi ajang balap liar, dimana polsek Tanjung bintang, babinsa, aparat pemerintahan sabah balau sdah sangat lelah menertibkan balap liar bertahun-tahun di daerah tugu pengantin sabah balau… Kok ini malah difasilitasi, atau mungkin Cuan mengalahkan prinsip-prinsip keselamatan jalan, atau memang semiskin itukah SDM aparat pemerintahan yang ada di lampung selatan.

“Apakah pemerintah daerah benar-benar sudah mengkaji dampaknya? Ini bukan kawasan kosong, melainkan jalan utama masyarakat. Jangan sampai atas nama hiburan dan otomotif, keselamatan warga justru dipertaruhkan,” tegas Yudi.

Menurut dia, masyarakat selama ini justru berulang kali meminta aparat desa maupun Polsek Tanjung Bintang untuk menertibkan aksi balap liar di kawasan tersebut. Namun di tengah keresahan warga, muncul agenda balap resmi yang dianggap kontradiktif dengan upaya penegakan ketertiban lalu lintas.

“Kalau jalan umum dipakai untuk Drag Race dan Drag Bike, apa bedanya dengan memberi panggung terhadap budaya balap liar? Ini bisa menjadi legitimasi bahwa jalan itu memang cocok dijadikan arena balap,” ujarnya.

Publik kini menunggu transparansi dari pihak penyelenggara maupun pemerintah daerah terkait izin kegiatan, analisis dampak lalu lintas, sistem pengamanan, hingga dasar penutupan jalan umum untuk kepentingan balap kendaraan bermotor.

Di sisi lain, masyarakat menilai pemerintah seharusnya lebih fokus menyediakan fasilitas sirkuit permanen bagi komunitas otomotif ketimbang menggunakan jalan umum yang menjadi urat nadi aktivitas warga.

“Jangan sampai pemerintah terlihat tegas menindak balap liar di satu sisi, tetapi di sisi lain justru membuka ruang balapan di jalan umum. Ini bisa menimbulkan pesan yang ambigu di tengah masyarakat,” kata seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.

Jika kegiatan tetap dilaksanakan tanpa kajian matang dan pengawasan ketat, warga khawatir kawasan tersebut akan semakin dikenal sebagai titik balap liar baru di Lampung Selatan.

Berita Terkait

Perwatusi Lampung Dikukuhkan, Gerakan Hidup Aktif dan Sehat Diperluas ke Seluruh Daerah
Sudah Inkrah Hingga PK, 56 Warga Desa Sukabaru Pertanyakan Uang Ganti Rugi Lahan Tol Rp20 Miliar yang Tak Kunjung Dicairkan
Pemprov Lampung Perkuat Peran Pesantren dalam Pembangunan dan Pengembangan SDM
Ketua PMI Provinsi Lampung Lantik Pengurus PMI Lampung Selatan Masa Bakti 2026-2031, Tekankan Pengabdian Kemanusiaan
Viral! Rusmini Datangi Polres Lampung Selatan, Tim Media Tempuh Cover Both Sides, Klarifikasi Resmi Masih Ditunggu
Usai Beri Bantuan kepada Rusmini, Permintaan “Take Down” Berita Jadi Sorotan
Ibu di jati Mulyo lamlsel menangis karna anak nya bakal tidak lanjut sekolah di karnakan sistem yang rumit.
Pemprov Lampung Siapkan ASN Unggul Melalui PKA dan Latsar CPNS 2026

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Perwatusi Lampung Dikukuhkan, Gerakan Hidup Aktif dan Sehat Diperluas ke Seluruh Daerah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 02:39 WIB

Sudah Inkrah Hingga PK, 56 Warga Desa Sukabaru Pertanyakan Uang Ganti Rugi Lahan Tol Rp20 Miliar yang Tak Kunjung Dicairkan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 03:17 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Peran Pesantren dalam Pembangunan dan Pengembangan SDM

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:09 WIB

Ketua PMI Provinsi Lampung Lantik Pengurus PMI Lampung Selatan Masa Bakti 2026-2031, Tekankan Pengabdian Kemanusiaan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 03:57 WIB

Viral! Rusmini Datangi Polres Lampung Selatan, Tim Media Tempuh Cover Both Sides, Klarifikasi Resmi Masih Ditunggu

Selasa, 23 Juni 2026 - 02:02 WIB

Usai Beri Bantuan kepada Rusmini, Permintaan “Take Down” Berita Jadi Sorotan

Senin, 22 Juni 2026 - 06:05 WIB

Ibu di jati Mulyo lamlsel menangis karna anak nya bakal tidak lanjut sekolah di karnakan sistem yang rumit.

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:19 WIB

Pemprov Lampung Siapkan ASN Unggul Melalui PKA dan Latsar CPNS 2026

Berita Terbaru