CILEGON
Menghadapi kondisi musim kemarau yang menyebabkan sebagian masyarakat mengalami kekurangan air bersih, PT Krakatau Steel Group menyalurkan bantuan air sebanyak 16 ton kepada warga di Lingkungan Gunung Batur I dan Lingkungan Gunung Batur II, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (11/8/2026).
Bantuan tersebut masing-masing disalurkan sebanyak 8 ton untuk Lingkungan Gunung Batur I dan 8 ton untuk Lingkungan Gunung Batur II. Bantuan air itu diangkut menggunakan empat unit mobil tangki.
Selain bantuan dari PT Krakatau Steel Group, bantuan air juga datang dari sejumlah pihak lainnya. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menyalurkan sebanyak 4 ton air ke Lingkungan Tembulun, sedangkan Kodim Cilegon turut memberikan bantuan air sebanyak 5 ton.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan, khususnya warga yang tinggal di wilayah pergunungan.
Tidak hanya menyalurkan bantuan air, PT Krakatau Steel Group juga menggelar kegiatan pengobatan gratis bagi masyarakat di Lingkungan Gunung Batur I, Lingkungan Gunung Batur II, dan Lingkungan Tembulun. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan ulang tahun PT Krakatau Steel Group.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir sejumlah unsur pemerintahan setempat, di antaranya Lurah Mekarsari Fatoni dan Camat Pulomerak. Lurah Mekarsari Fatoni turut mendampingi proses pendistribusian bantuan air kepada masyarakat di tiga lingkungan tersebut.
Fatoni menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT Krakatau Steel Group terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kemarau.
“Alhamdulillah, hari ini warga yang mengalami kekurangan air mendapatkan bantuan dari PT Krakatau Steel Group. Ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang masih mengalami kesulitan air. Bantuan tersebut juga disertai dengan kegiatan pengobatan gratis,” ujar Fatoni.
Menurutnya, kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah pergunungan membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha yang berada di sekitar wilayah tersebut.
Fatoni berharap perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah Kota Cilegon, khususnya Kecamatan Pulomerak dan Kelurahan Mekarsari, dapat turut berpartisipasi dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Kami berharap perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Cilegon, khususnya di wilayah Pulomerak dan Kelurahan Mekarsari, dapat membuka diri dan ikut memperhatikan kondisi masyarakat. Perusahaan yang berada di sekitar wilayah ini diharapkan dapat berpartisipasi memberikan bantuan, seperti yang dilakukan perusahaan lainnya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Fatoni berharap masyarakat di wilayah pergunungan tetap menjaga kesehatan dan bersabar dalam menghadapi kondisi kekeringan yang terjadi saat ini.
Ia juga menyampaikan harapan agar upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan jaringan perpipaan air dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses air bersih.
“Harapannya, warga di wilayah pergunungan tetap diberikan kesehatan dan dapat bersabar menghadapi kondisi kekeringan ini. Insyaallah, Pemerintah Kota Cilegon terus berupaya mempercepat pembangunan jaringan perpipaan air,” katanya.
Fatoni berharap pembangunan jaringan perpipaan tersebut dapat segera menjangkau sejumlah wilayah yang selama ini menghadapi persoalan ketersediaan air, termasuk Lingkungan Ciporong, Lingkungan Tembulun, Lingkungan Gunung Batur I, dan Lingkungan Gunung Batur II.
“Mudah-mudahan pembangunan jaringan perpipaan dapat segera selesai sehingga masyarakat di wilayah pergunungan dapat menikmati akses air bersih secara lebih baik. Harapannya, pada akhir 2027, persoalan kekeringan dan keterbatasan air bersih di wilayah tersebut dapat teratasi,” pungkasnya.
Pewarta: Wawan









