KDRT Berujung Maut, Anak usia 4 bulan Hilang Nyawa

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorong

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih saja terjadi, bahkan sampai menghilangkan nyawa seakan tidak memiliki rasa sayang terhadap manusia, apalagi setingkat anak kandung sendiri.

Kematian anak adalah hasil kekerasan dari suami kepada saya, dia pukul saya dengan kayu, dan kayu itu kena saya sekaligus anak yang saya lagi gendeng, saya paksakan diri untuk melindungi anak namun tidak sempat. Kata DM ibu kandung dari Natalia yang sudah di panggil pulang oleh Tuhan.

Awal mula suami (Frans) Lagi duduk minum alkohol jenis sopi bersama temanya, usai minum mereka ke kamar saya dan suami, untuk memasak dan makan bersama. akan tetapi suami sudah terpengaruh alkohol, sejumlah bahasa yang tidak enak di keluarkan oleh suami, hingga emosinya memuncak dan mengambil sebuah kayu memukul saya kata DM ibu kandung dari anak Natalia yang sudah meninggal.

Kejadian itu sekita jam 2 mala, saya gendong anak dan membujuknya untuk tidur, sekitar jam 3 subu, saya bangun dan ingin lihat kondisi anak saya, namun tidak di sangka, takdir berkata lain, anak saya sudah tidak bernyawa, ucap ibu kandung sekaligus korban dari kekerasan rumah tangga itu.

Walau nyawa anak saya sudah tiada, namun kami berdua masih sempat ke rumah seorang pendeta, sesampainya di depan halaman rumah, karena takut suami langsung melarikan diri entah kemana.

Dari kejadian keji ini, saya sebagai ibu kandung akan melapor ke pihak kepolisian setempat, saya memohon dan meminta kepada penegak hukum, agar membantu saya untuk melakukan pencarian kepada pelaku, dan segerah di tangkap untuk mempertanggun jawabkan perbuatanya di depan hukum, persoalan kembali sebagai sepasang suami dan istri saya sudah tidak mau, tegas DM

Sekali lagi saya ibu kandung, meminta pelaku (FRANS SADA) segerah di cari oleh kepolisian agar mempertanggung jawabkan perbuatannya di depan hukum, saya dan anak saya adalah korban kekerasan, sehingga mengakibatkan kematian, tutupnya dengan Isak tangis yang memilukan Sabtu 15 Agustus 2026. sekitar 14:27 wit di kolam buaya kota Sorong.

Dari kejadian itu korban mengalami luka di bagian kepala kanan di samping telinga dan anak saya telah di panggil pulang oleh SANG PENCIPTA, pelaku kerja kesehariannya adalah sebagai sopir angkot taksi kuning kota Sorong.

Berita Terkait

Negara ini cuma Adil bagi kaum KONGLOMERAT, Kematian anak saya (BILLY) jangan di samakan dengan bangkai TIKUS
Kematian Billi Masih misteri, PT Global lestari kelapa sawit, tak punya niat bertanggung jawab
Kapolres Aimas, AKBP Jems Oktovianus Tegai, Buka Turnamen Biliard, Dan Mengakomodir bakat pemuda kabupaten sorong
Gelombang Perlawanan Masyarakat Adat Tanah Moi: Jeritan Keadilan di Bawah Bayang-Bayang Perampasan Tanah
Tanah Adat Tanah Moi Bukan Komoditas: Negara Dituntut Berdiri di Sisi Masyarakat Adat
Tugas kami Jaring Petinju Amatir, Hingga masuk Jenjang profesional
Dinilai Lecehkan Tatanan Hukum Indonesia, Wilson Lalengke: Segera Tangkap Mr. Ching, Mafia Tanah Asal Malaysia!
Brigjen Hengki Haryadi Ditunjuk sebagai Kapolda Papua Barat Daya, beberapa PJU Turut Bergeser

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:59 WIB

Negara ini cuma Adil bagi kaum KONGLOMERAT, Kematian anak saya (BILLY) jangan di samakan dengan bangkai TIKUS

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:50 WIB

Kematian Billi Masih misteri, PT Global lestari kelapa sawit, tak punya niat bertanggung jawab

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:02 WIB

Kapolres Aimas, AKBP Jems Oktovianus Tegai, Buka Turnamen Biliard, Dan Mengakomodir bakat pemuda kabupaten sorong

Selasa, 29 September 2026 - 05:10 WIB

Gelombang Perlawanan Masyarakat Adat Tanah Moi: Jeritan Keadilan di Bawah Bayang-Bayang Perampasan Tanah

Senin, 28 September 2026 - 06:00 WIB

Tanah Adat Tanah Moi Bukan Komoditas: Negara Dituntut Berdiri di Sisi Masyarakat Adat

Minggu, 13 September 2026 - 12:27 WIB

Tugas kami Jaring Petinju Amatir, Hingga masuk Jenjang profesional

Jumat, 11 September 2026 - 02:17 WIB

Dinilai Lecehkan Tatanan Hukum Indonesia, Wilson Lalengke: Segera Tangkap Mr. Ching, Mafia Tanah Asal Malaysia!

Kamis, 3 September 2026 - 02:13 WIB

Brigjen Hengki Haryadi Ditunjuk sebagai Kapolda Papua Barat Daya, beberapa PJU Turut Bergeser

Berita Terbaru