Sorong
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih saja terjadi, bahkan sampai menghilangkan nyawa seakan tidak memiliki rasa sayang terhadap manusia, apalagi setingkat anak kandung sendiri.
Kematian anak adalah hasil kekerasan dari suami kepada saya, dia pukul saya dengan kayu, dan kayu itu kena saya sekaligus anak yang saya lagi gendeng, saya paksakan diri untuk melindungi anak namun tidak sempat. Kata DM ibu kandung dari Natalia yang sudah di panggil pulang oleh Tuhan.
Awal mula suami (Frans) Lagi duduk minum alkohol jenis sopi bersama temanya, usai minum mereka ke kamar saya dan suami, untuk memasak dan makan bersama. akan tetapi suami sudah terpengaruh alkohol, sejumlah bahasa yang tidak enak di keluarkan oleh suami, hingga emosinya memuncak dan mengambil sebuah kayu memukul saya kata DM ibu kandung dari anak Natalia yang sudah meninggal.
Kejadian itu sekita jam 2 mala, saya gendong anak dan membujuknya untuk tidur, sekitar jam 3 subu, saya bangun dan ingin lihat kondisi anak saya, namun tidak di sangka, takdir berkata lain, anak saya sudah tidak bernyawa, ucap ibu kandung sekaligus korban dari kekerasan rumah tangga itu.
Walau nyawa anak saya sudah tiada, namun kami berdua masih sempat ke rumah seorang pendeta, sesampainya di depan halaman rumah, karena takut suami langsung melarikan diri entah kemana.
Dari kejadian keji ini, saya sebagai ibu kandung akan melapor ke pihak kepolisian setempat, saya memohon dan meminta kepada penegak hukum, agar membantu saya untuk melakukan pencarian kepada pelaku, dan segerah di tangkap untuk mempertanggun jawabkan perbuatanya di depan hukum, persoalan kembali sebagai sepasang suami dan istri saya sudah tidak mau, tegas DM
Sekali lagi saya ibu kandung, meminta pelaku (FRANS SADA) segerah di cari oleh kepolisian agar mempertanggung jawabkan perbuatannya di depan hukum, saya dan anak saya adalah korban kekerasan, sehingga mengakibatkan kematian, tutupnya dengan Isak tangis yang memilukan Sabtu 15 Agustus 2026. sekitar 14:27 wit di kolam buaya kota Sorong.
Dari kejadian itu korban mengalami luka di bagian kepala kanan di samping telinga dan anak saya telah di panggil pulang oleh SANG PENCIPTA, pelaku kerja kesehariannya adalah sebagai sopir angkot taksi kuning kota Sorong.










