Jangan ada yang macam macam ya, ADA YANG MACAM MACAM SAYA TEMBAK, ucap pelaku penembakan TNI POMAL, kepada sala satu demonstran

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorong

Usai penembakan yang di lakukan oleh 7 oknum TNI POMAL Sorong, kepada seorang Timotius rumpaidus, ternyata berimbas pengancaman terhadap demonstran lain, yang saat itu sedang berada di lokasi demo CV prima papua. Saya kira saat Kaka Timo dapat tembak, mungkin susah selesai amarah pelaku, ternyata mereka sampai di depan lokasi demo CV prima papua, pelaku turun dari mobil dan mengancam saya sambil mengayun ayun sejatanya kepada saya, kata Maurits Wanma.

 

Maurits mengatakan dia pelaku penembakan turun dari mobil, sambil berjalan menuju saya dan mengatakan, JANGAN ADA YANG MACAM MACAM, KALAU ADA YANG MACAM MACAM SAYA TEMBAK, kurang lebih jaraknya 3 sampai 4 meter, sambil mengayunkan senjatanya, ucap Maurits Senin 17 Agustus 2026 di kilo meter 17 kediaman sadaranya.

 

Korban pengancaman dengan senjata api juga menjelaskan, usai pelaku mengatakan hal itu, dirinya bergegas masuk ke dalam mobil yang mereka tumpangi dan hendak pergi. namun istri saya yang melihat kejadian itu mengikuti pelaku dengan sebuah sepeda motor, sambil menegur pelaku, jangan bapak ancam dan takuti kami dengan senjata seperti itu. namun pelaku tidak menjawab perkataan istri, dan langsung pergi tinggalkan kami di tempat lokasi demo.

 

Maurits pun menambahkan Jika dalam rapat dengar pendapat, yang di adakan oleh DPR provinsi Papua barat daya, Saya bersama istri siap memberikan keterangan sesuai dengan kejadian yang saya alami di tempat dimana kami melakukan aksi demo tutupnya.

 

Mendengar pernyatan itu Demianus, Enos, Rumpaidus menegaskan, pihak keluarga bersama kepala suku besar biak, provinsi, kabupaten dan kota Sorong, telah bertemu dengan DPR Provinsi PBD, dan sudah ada pernyataan serius dari DPR, untuk menanggapi persoalan penjualan dan pembelian BBM, LIMBAH hasil olahan kayu CV prima papua, hingga status penembakan yang berdalil DISERSI.

 

Sejumlah kepala suku besar biak Sorong, mendesak Dewan perwakilan rakyat daerah, provinsi Papua barat daya (DPRD PBD) segerah membentuk panitia khusus (PANSUS) guna menyikapi persoalan penembakan TIMO.

 

Mantan anggota DPRD Provinsi Papua barat, dua periode itu menjelaskan asumsi pihak TNI POMAL Sorong, soal DISERSI ini kurang masuk di akal, alasanya adalah sebelum kasus penembakan ada persoalan utama yaitu, penjualan dan pembelian BBM Ilegal jenis bio solar, antara TNI Yontp 806 kabupaten Sorong (aimas) dan CV prima papua.

 

Belum lagi persoalan limbah yang mengakibatkan pencemaran lingkungan, warga seringkali mengeluh, namun tidak ada etikad baik dari pemilik CV prima papua (TONI) untuk menyikapi keluhan itu. lebih parahnya lagi, ula limbah itu usaha Budi daya ikan bapak Arif Hidayat, selama lima tahun lumpuh total. Lalu bagaimana bisa CV prima papua semakin kantong tebal, dan warga masyarakat mati di atas tanahnya sendiri, bagaimana slogan TNI, BERSAMA RAKYAT TNI KUAT, siapa SV prima papua ini sehingga warga sipil di tembak, dan di ancam dengan senjata api oleh sejumlah TNI POMAL SORONG, ada apa dengan pihak TNI sekarang, saya melihat kasus ini, CV Prima Papua di lindungi, dan warga di TINDAS. Maka benarlah ucapan warga, HUKUM INDONESIA TUMPUL KE BAWA DAN TAJAM KE ATAS tutup mantan anggota DPRD Provinsi PBD, sekaligus perncang UU Otsus Papua untuk melindungi hak hak masyarakat adat Papua itu sendiri.13;21 wit di kediamanya.

Berita Terkait

Negara ini cuma Adil bagi kaum KONGLOMERAT, Kematian anak saya (BILLY) jangan di samakan dengan bangkai TIKUS
Kematian Billi Masih misteri, PT Global lestari kelapa sawit, tak punya niat bertanggung jawab
Kapolres Aimas, AKBP Jems Oktovianus Tegai, Buka Turnamen Biliard, Dan Mengakomodir bakat pemuda kabupaten sorong
Gelombang Perlawanan Masyarakat Adat Tanah Moi: Jeritan Keadilan di Bawah Bayang-Bayang Perampasan Tanah
Tanah Adat Tanah Moi Bukan Komoditas: Negara Dituntut Berdiri di Sisi Masyarakat Adat
Tugas kami Jaring Petinju Amatir, Hingga masuk Jenjang profesional
Dinilai Lecehkan Tatanan Hukum Indonesia, Wilson Lalengke: Segera Tangkap Mr. Ching, Mafia Tanah Asal Malaysia!
Brigjen Hengki Haryadi Ditunjuk sebagai Kapolda Papua Barat Daya, beberapa PJU Turut Bergeser

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:59 WIB

Negara ini cuma Adil bagi kaum KONGLOMERAT, Kematian anak saya (BILLY) jangan di samakan dengan bangkai TIKUS

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:50 WIB

Kematian Billi Masih misteri, PT Global lestari kelapa sawit, tak punya niat bertanggung jawab

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:02 WIB

Kapolres Aimas, AKBP Jems Oktovianus Tegai, Buka Turnamen Biliard, Dan Mengakomodir bakat pemuda kabupaten sorong

Selasa, 29 September 2026 - 05:10 WIB

Gelombang Perlawanan Masyarakat Adat Tanah Moi: Jeritan Keadilan di Bawah Bayang-Bayang Perampasan Tanah

Senin, 28 September 2026 - 06:00 WIB

Tanah Adat Tanah Moi Bukan Komoditas: Negara Dituntut Berdiri di Sisi Masyarakat Adat

Minggu, 13 September 2026 - 12:27 WIB

Tugas kami Jaring Petinju Amatir, Hingga masuk Jenjang profesional

Jumat, 11 September 2026 - 02:17 WIB

Dinilai Lecehkan Tatanan Hukum Indonesia, Wilson Lalengke: Segera Tangkap Mr. Ching, Mafia Tanah Asal Malaysia!

Kamis, 3 September 2026 - 02:13 WIB

Brigjen Hengki Haryadi Ditunjuk sebagai Kapolda Papua Barat Daya, beberapa PJU Turut Bergeser

Berita Terbaru

Palembang

Operasi Dry Ice Hadapi Kendala Kabut Asap di Sumsel

Sabtu, 24 Okt 2026 - 02:51 WIB