Home / OKI

Sistem Gaji PNS di OKI Dinilai Tidak Adil – Terlalu Banyak Dibiayai yang Tidak Bisa Bekerja, yang Benar-benar Kerja Hanya Dapat Rp300–500 Ribu

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OKI – Keluhan masyarakat terhadap sistem pengupahan dan kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) semakin mengema. Banyak pihak mengaku melihat ketidakadilan di mana sebagian PNS yang dinilai tidak optimal dalam bekerja tetap mendapatkan gaji dan fasilitas yang besar, sementara mereka yang benar-benar berkontribusi – khususnya pegawai tidak tetap (P3K) paruh waktu – hanya menerima penghasilan sebesar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per bulan.

“Negara terlalu banyak membiayai PNS yang tidak bisa bekerja, sementara yang benar-benar bekerja hanya dibayar Rp300–500 ribu per bulan sebagai P3K paruh waktu. Ini sangat tidak adil,” ujar salah seorang masyarakat.

Masyarakat mengharapkan agar segera terjadi pembenahan mendasar dalam sistem kerja dan pengupahan, terutama bagi aparatur sipil negara di OKI. Mereka menegaskan bahwa setiap orang harus mendapatkan hak yang sesuai dengan kontribusi dan beban kerja yang diberikan.

“Yang bekerja harus mendapatkan haknya yang sesuai dengan prestasi dan beban kerja yang diemban. Sementara yang tidak bisa bekerja atau tidak memberikan kontribusi yang optimal juga harus mendapatkan hak yang sesuai dengan apa yang mereka kerjakan. Tidak boleh ada diskriminasi atau ketidakadilan dalam hal ini,” jelasnya.

Keluhan tersebut semakin menguat dengan adanya informasi tentang P3K yang bekerja keras membantu pelayanan publik di berbagai dinas dan instansi pemerintah daerah, namun hanya mendapatkan penghasilan yang minim tanpa fasilitas tambahan.

Sementara itu, sebagian PNS yang dinilai tidak maksimal dalam bekerja, hanya datang dan pulang sebagai formalitas hadir, namun tetap menerima gaji pokok jutaan rupiah, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) jutaan rupiah, serta berbagai fasilitas lainnya seperti tunjangan keluarga, kesehatan, transportasi, dan lainnya.

“Jangan menzalimi orang yang bekerja dengan penuh dedikasi dengan memberikan gaji yang minim. Sementara yang tidak bekerja atau kurang maksimal justru mendapatkan kemewahan dari uang rakyat. Ini harus segera diperbaiki agar sistem kerja menjadi lebih adil dan memberikan kontribusi yang nyata bagi kemajuan daerah,” tegas salah satu anggota masyarakat.

Mereka berharap pihak pemerintah daerah OKI dan dinas terkait dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan tenaga kerja dan pengupahan di lingkungan pemerintahan daerah. Selain itu, juga diharapkan adanya kebijakan yang memastikan bahwa setiap pekerja mendapatkan penghasilan yang layak sesuai dengan kontribusi yang diberikan.

Berita Terkait

Sambut HUT RI ke-81, Dandim 0402/OKI-OI Ajak Masyarakat Kibarkan Bendera Merah Putih
BMKG: Sebagian Besar Wilayah OKI Berpotensi Diguyur Hujan, Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan
Relawan Bergerak, Politik Menghangat: Pelantikan Relawan H. Iskandar Dinilai Jadi “Karpet Merah” Politik bagi Alki Iskandar Menuju Pilkada OKI 2029
Ucapkan Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-66, Ketua PPWI OKI Tegaskan Komitmen Pers yang Terpercaya, Independen, dan Profesional
Dugaan Pengondisian Proyek di OKI: Tokoh Masyarakat dan Praktisi Hukum Desak KPK Turun Tangan dan Usut Tuntas
Keluarga Korban Penganiayaan Kecewa atas Vonis 6 Bulan Penjara, Forum Jurnalis Ogan Ilir Minta Penjelasan Aparat Penegak Hukum
Dugaan Praktik Pungli Menghantui Lapas Kelas IIB Kayuagung, Tokoh Masyarakat OKI Minta Kakanwil Ditjenpas dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Turun ke Lapangan
Tokoh Masyarakat OKI A. Raden Nyatakan Siap Kawal Kinerja Pemkab OKI: Kritik Adalah Bentuk Kepedulian

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:21 WIB

Sambut HUT RI ke-81, Dandim 0402/OKI-OI Ajak Masyarakat Kibarkan Bendera Merah Putih

Senin, 27 Juli 2026 - 06:21 WIB

BMKG: Sebagian Besar Wilayah OKI Berpotensi Diguyur Hujan, Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:14 WIB

Relawan Bergerak, Politik Menghangat: Pelantikan Relawan H. Iskandar Dinilai Jadi “Karpet Merah” Politik bagi Alki Iskandar Menuju Pilkada OKI 2029

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:08 WIB

Ucapkan Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-66, Ketua PPWI OKI Tegaskan Komitmen Pers yang Terpercaya, Independen, dan Profesional

Jumat, 24 Juli 2026 - 02:53 WIB

Dugaan Pengondisian Proyek di OKI: Tokoh Masyarakat dan Praktisi Hukum Desak KPK Turun Tangan dan Usut Tuntas

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:57 WIB

Keluarga Korban Penganiayaan Kecewa atas Vonis 6 Bulan Penjara, Forum Jurnalis Ogan Ilir Minta Penjelasan Aparat Penegak Hukum

Rabu, 22 Juli 2026 - 03:30 WIB

Dugaan Praktik Pungli Menghantui Lapas Kelas IIB Kayuagung, Tokoh Masyarakat OKI Minta Kakanwil Ditjenpas dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Turun ke Lapangan

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:29 WIB

Tokoh Masyarakat OKI A. Raden Nyatakan Siap Kawal Kinerja Pemkab OKI: Kritik Adalah Bentuk Kepedulian

Berita Terbaru