Infopengawaskorupsi.My.id LAMPUNG Kejaksaan Tinggi Lampung memberikan peringatan keras kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam forum koordinasi dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Kejati menegaskan bahwa keselamatan dan kualitas gizi anak-anak harus menjadi prioritas utama.
Pihak Kejati menyatakan tidak akan mentolerir adanya kasus keracunan makanan yang menimpa peserta didik di Lampung. Bahkan, jika masih ditemukan kejadian serupa, laporan akan langsung disampaikan kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
“Kita tidak ingin lagi mendengar ada anak-anak yang mengalami keracunan. Kalau itu masih terjadi di Lampung, saya laporkan langsung ke Jampidsus,” tegasnya.
Kejati juga mengingatkan agar penandatanganan MoU tidak hanya menjadi formalitas administratif tanpa implementasi nyata di lapangan. Menurutnya, keberhasilan program tidak diukur dari banyaknya dokumen yang ditandatangani, melainkan dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Selain memastikan anak-anak mendapatkan makanan bergizi, program MBG juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi desa. Karena itu, Kejati mempertanyakan sejauh mana dapur MBG telah melibatkan Koperasi Merah Putih, BUMDes, dan petani lokal dalam rantai pasok bahan pangan.
“Pertanyaannya, apakah benar membeli dari Koperasi Merah Putih? Apakah benar membeli dari BUMDes? Apakah benar membeli dari petani? Karena tujuan program ini bukan hanya memberi makan anak-anak, tetapi juga menumbuhkan ekonomi desa,” ujarnya.
Kejati menilai keberadaan dapur MBG harus memiliki inklusivitas dan mampu berkolaborasi dengan masyarakat desa. Jika tidak terintegrasi dengan potensi lokal, program berisiko menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen pengawasan, Kejati memastikan seluruh proses pengelolaan program akan dilakukan secara transparan. Seluruh laporan akan dibuka dan dievaluasi secara berkala.
“Kita ingin semuanya transparan. Ketika ada dapur yang tidak berjalan baik, mohon maaf, akan segera kami tindak dan evaluasi,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis di Lampung akan dilakukan secara serius guna memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh anak-anak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
( Husni.M )










