Papua
Pernyataan resmi dari korban penembakan Timotius Rumpaidus, kepada sejumlah media, jika penembakan yang di lakukan oleh 7 oknum anggota Polisi militer angkatan laut (POMAL) Sorong, adalah Murni dari hasil demo damai warga klalin 6 kabupaten Sorong terhadap CV prima papua. Timo menjelaskan persoalan yang sebenarnya adalah warga menemukan BBM ilegal, yang di bawa oleh teman teman dari satuan YonTP 806 aimas, yang sebagai mana kita ketahui bersama, penerima atau pembeli BBM ilegal itu adalah pihak CV PRIMA PAPUA. dari hasil temuan itu warga berkumpul dan bersepakat, BBM Ilegal yang masuk ke areal produksi kayu ekspor milik CV prima papua, ini sudah saat yang tepat warga bertemu pemilik CV prima papua yaitu (Toni), dan warga bisa menyampaikan aspirasi kepada pemilik CV prima papua, agar memperhatikan AMDAL, dari hasil limbah olahan kayu ekspor.
Dua kali pertemuan antara pihak TNI Yontp 806 aimas sebagai (pemilik BBM) CV prima papua sebagai (pembeli BBM) tidak mambawakan hasil positif bagi warga, maka kami warga klalin 6 memilih jalan demo damai. sebelum demo kami menyurati pihak keamanan dan lembaga lainya.
Usai demo saya pulang ke rumah untuk beristirahat sementara warga lain lagi masak di dapur, sekitar jam 10 pagi, 7 anggota TNI dari polisi militer angkatan laut (POMAL) Sorong, mendatangi rumah saya dengan senjata lengkap dan mengatakan saya harus di tangkap karna alasan DISERSI atau yg sering di kenal kalangan masyarakat (lari dari tugas).
Saya pun membantah itu, SAYA BUKAN DISERSI, Mereka menendang saya dan mencoba memborgol saya, namun dari dalam rumah, saya berusaha menggiring mereka ke luar. Lagi pula ada sala satu anggota POMAL Kopral Rauf, naik dan berdiri di atas meja makan ingin menyetrum saya dengan alat setrum untuk melumpuhkan orang ucap Timo saat ditemui sejumlah media Jumat 31 Juni 2026 di ruang inap rumasakit wanane kabupaten Sorong.
Soal DISERSI sesuai penjelasan Pimpinan DANPOMAL, Kolonel Laut, Feber Simandalahi kepada media, itu tidak benar, dan semua itu saya sudah jalani, sekali lagi saya pertegas, SAYA SUDAH JALANI beber Timo.
Selain Timo ada pernyataan dari kepala suku biak kabupaten Sorong, Moses Adadikam, sebelum kasus penembakan terhadap saudara kami, ada persoalan utama yaitu BBM Ilegal, dan limbah yang di hasilkan dari produksi kayu ekspor oleh CV prima papua, warga berkumpul dan bertemu dengan pihak pihak yang sudah kita ketahui bersama, namun dari hasil itu tidak ada titik terang, maka warga bersepakat untuk lakukan demo, demo pun di laksanakan, dan terjadi penembakan yang di lakukan oleh 7 orang anggota POMAL. Ucap Moses sekitar 11:17 wit.
Maka dari kejadian itu saya menyampaikan peringatan keras, jangan kita mengalikan isu kasus BBM ilegal, AMDAL dan penembakan ke Rana status kerja di militer (DISERSI), saya juga meminta Presiden Republik Indonesia, bapak Prabowo Sugianto, yang pernah mengatakan bahwa, barang siapa baik itu TNI maupun polri, yang sengaja bermain kotor Dalam hal TAMBANG, BBM dan kayu, segerah lapor.
Saya nyatakan dengan keras mewakili suku saya, kami menagi janji bapak presiden untuk menindak oknum oknum tersebut, sesuai janji yang sudah pernah di sampaikan di muka umum. Lagi pula saya mengutuk keras, perlakuan beberapa oknum TNI, yang melakukan penembakan terhadap kami orang Papua, kami meminta agar kasus ini di proses secara terbuka, agar di kemudian hari, tidak ada lagi korban penembakan Timo Timo yang lain.
Untuk mengahkiri pernyataannya, Moses menambahkan apakah benar hukum di Indonesia ini tumpul ke atas? Dan di mana slogan yang sering di gaungkan bahwa bersama rakyat TNI kuat, kami masyarakat Papua suku biak menagi slogan manis itu, tutup Moses dengan raut muka yang kecewa.










