Papua Barat Daya
Rapat dengar pendapat dewan perwakilan rakyat daerah provinsi Papua barat daya (DPRD PBD), menanggapi serius dengan kasus penembakan oleh sejumlah anggota Polisi militer sorong, kepada Timotius Rumpaidus yang terjadi pada tanggal 28 Juli 2026 silam.
Hal itu di katakan oleh ketua komisi I DPRD Provinsi PBD, Zeth Kadakolo di ruang rapat DPR Jumat 28 Agustus 2026. dari hasil dengar pendapat, dan keterangan yang di sampaikan oleh sejumlah saksi, ketua komisi I DPR Provinsi PBD, mengatakan pihaknya akan memanggil sejumlah pemangku kepentingan, terutama pihak pihak yang terlibat dalam kasus penembakan, termasuk CV Prima Papua.
Ya terima kasih atas penjelasan dari semua pihak, baik itu keterangan sejumlah saksi, dan juga keterangan korban penembakan, kepada kami DPR, sehingga kasus penembakan ini, kami menganggap adalah sebuah kasus yang sangat serius untuk kami sikapi.
Kami akan memanggil semua pihak, baik itu pemerintah provinsi, petinggi angkatan laut, dan komendan POMAL, serta sejumlah prajurit yang mendatangi dan melakukan penembakan terhadap saudara Timotius Rumpaidus, kami akan panggil dan meminta keterangan, sehingga kasus ini di proses sesuai ketetapan hukum di republik ini Ujar Zeth.
Ketua komisi satu berharap kepada sejumlah pihak, lebih khusus kepada keluarga korban penembakan, agar memberikan waktu kepada lembaga DPR, untuk membentuk panitia khusus, sehingga bisa memanggil pihak yang berkaitan dengan persoalan penembakan, dan kita siap mendorong kasus ini di proses secara hukum, dan transparan ke publik, tutup Zeth.
Di dalam rapat dengar pendapat DPR, korban penembakan (TIMOTIUS RUMPAIDUS) Menjelaskan, saya membantah pernyataan Komandan POMAL Sorong, terkait tidak ada kerjasama antara CV prima papua dengan kodaeral XIV sorong, awal sebelum kami melakukan demo tentang BBM jenis bio solar ilega, yang di miliki oleh Yontp 806 kabupaten Sorong, dan AMDAL CV prima papua, saya di tlpn oleh Kaka hanriyanto alias (Anto) untuk bertemu di kediamanya di kilo meter 14 kota Sorong.
Setelah sampai di kediaman Kakak Anto, sudah ada asisten oprasi (Asops) kodaeral XIV sorong, Kolonel Laut (P) Himawan, dan sesuai penjelasan oknum kolonel, dirinya di telepon oleh sala satu pengurus CV prima papua, yang bernamaTEDI, dan oknum kolonel mengatakan dirinya di minta bantu oleh Tedi Untuk menanyakan apa tuntutan warga sehingga mereka bisa sampaikan kepada CV prima papua, ujar Timo korban penembakan.
Saya (TIMO) cuma menyampaikan bahwa Tuntutan warga cuma ingin bertemu dengan pimpinan perusahaan (Tony) dan oknum kolonel mengatakan, nanti di sampaikan ke bos kayu Tedi tentang tuntutan masyarakat, seperti apa jawabannya saya akan kabari ke Timo ucap oknum kolonel.
Namun korban penembakan mengatakan jika jawaban dari pihak CV prima papua lewat dari malam ini tanggal 26 Juni, maka kami warga akan tetap melakukan aksi demonstrasi kata Timo rumpaidus korban penembakan kepada oknum kolonel.
Lalu muncul pertanyaan, jika benar tidak ada keterkaitan kerja sama antara CV prima papua, dan kodaeral angkatan laut Sorong, lalu mengapa oknum KOLONEL mengatakan saya di telepon oleh Tedi dan di minta bantu untuk menanyakan apa tuntutan warga, saya rasa bahwa anak kecil pun bisa menganalisis di situ ucap Timotius Rumpaidus.
Dan selama saya masih bertugas hingga di PECAT dari satuan angkatan laut, saya mengetahui dengan persis tentang ada keterkaitan antara TNI angkatan laut dengan CV prima papua, yang mana jika ada pembangunan lingkup TNI satuan angkatan laut, yang membutuhkan bahan baku kayu, PASTI di ambil dari CV prima papua. dan masih banyak hal yang saya mengetahui keterkaitan antara CV prima papua dengan satuan angkatan laut kodaeral XIV sorong. Tutup Timo korban penembakan di ruang rapat 11:27 wit.










