Dinsos Lampung Tengah Bungkam Soal BPJS Ibu Hamil Nonaktif, PPWI Pertanyakan Keberpihakan kepada Rakyat Kecil

Senin, 29 Juni 2026 - 03:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Tengah

Di tengah perjuangan seorang ibu hamil yang sedang menanti persalinan sesar dan berharap bantuan dari negara, sikap diam Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lampung Tengah justru menjadi sorotan.

 

Pasalnya, hingga Senin (29/6/2026), pihak Dinsos Lampung Tengah belum memberikan jawaban atas enam pertanyaan yang dilayangkan oleh tim Media KBNI-News dan DPD Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Provinsi Lampung terkait persoalan BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) milik Yulia, warga Kecamatan Kalirejo, yang berstatus nonaktif.

 

Padahal, persoalan yang dihadapi Yulia bukan perkara sepele. Ibu hamil tersebut dalam waktu dekat harus menjalani operasi sesar dan mengaku tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk membiayai persalinannya secara mandiri.

 

Enam pertanyaan yang diajukan kepada Zaki, yang disebut sebagai salah satu pegawai Dinsos yang memahami persoalan BPJS PBI dan bantuan sosial, meliputi penyebab BPJS PBI menjadi nonaktif, mekanisme pengaktifan kembali, hingga langkah konkret pemerintah dalam membantu ibu hamil kurang mampu.

 

Namun, pesan konfirmasi yang dikirim sejak Jumat (26/6/2026) itu hingga kini belum mendapatkan respons.

 

Sikap bungkam tersebut memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.

 

Ada apa dengan Dinas Sosial Lampung Tengah? Mengapa persoalan seorang ibu hamil yang membutuhkan pertolongan justru belum mendapatkan penjelasan?

 

Wakil Ketua PPWI Provinsi Lampung, Sugi, mengaku geram dengan sikap yang dinilainya kurang responsif terhadap persoalan rakyat kecil.

 

“Perlu diketahui, para petugas itu digaji menggunakan uang rakyat. Tugas mereka adalah melayani masyarakat, bukan justru diam ketika ada warga yang membutuhkan bantuan. Rakyat setiap hari membayar pajak dan berharap negara hadir saat mereka sedang kesulitan,” tegas Sugi.

 

Menurutnya, persoalan yang dialami Yulia seharusnya menjadi perhatian serius seluruh pihak, terutama pemerintah daerah dan instansi yang membidangi urusan sosial.

 

“Seorang ibu hamil yang akan melahirkan secara sesar sedang mencari pertolongan. Yang dibutuhkan bukan saling lempar tanggung jawab atau membiarkan masyarakat kebingungan, tetapi solusi dan pendampingan. Pemerintah daerah harus hadir di tengah rakyatnya,” tambahnya.

 

Di sisi lain, hasil koordinasi PPWI dengan BPJS Kesehatan Cabang Metro menyebutkan bahwa BPJS PBI milik Yulia masih berpeluang diaktifkan kembali apabila sejumlah persyaratan administrasi dapat dipenuhi, di antaranya Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), data fasilitas kesehatan, serta rekomendasi dari Dinas Sosial Kabupaten Lampung Tengah.

 

Artinya, peran Dinas Sosial dinilai sangat penting dalam membantu proses tersebut agar ibu hamil tersebut dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan sebelum waktu persalinannya tiba.

 

Kasus ini menjadi potret bahwa masih ada masyarakat kecil yang berjuang mendapatkan hak dasar di bidang kesehatan. Ketika seorang ibu hamil harus mencari bantuan ke berbagai pihak demi keselamatan dirinya dan bayinya, publik pun berharap pemerintah tidak menutup mata.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Sosial Kabupaten Lampung Tengah belum memberikan jawaban maupun klarifikasi atas enam pertanyaan yang disampaikan oleh tim media dan PPWI Provinsi Lampung. Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada pihak terkait sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.(TIM/Red)

Berita Terkait

DPRD Lampung Tengah Didesak “Turun Gunung” Awasi Proyek Rigid Beton Kalirejo-Bangunrejo Rp60 Miliar, Ancaman Truk Overload Jadi Sorotan
Ketua DPD PPWI Lampung Soroti Lokasi dan Kualitas Pembangunan Koperasi Merah Putih di Gunung Sugih, Minta Evaluasi Menyeluruh
Jelang Persalinan Sesar, Ibu Hamil di Lampung Tengah Menangis Karena BPJS Nonaktif, PPWI Turun Tangan Cari Solusi
Polda Lampung resmi menetapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Tengah, Welly Adiwantra, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi rekrutmen tenaga honorer fiktif di lingkungan Pemerintah Kota Metro.
Sekda Lamteng Welly Adiwantra Resmi Tersangka Korupsi Honorer Fiktif Metro
Ormas BIDIK Lampung Berikan TINTA MERAH Buat Pemkab Lam-Teng, Warga Perbaiki Jalan dan Drainase Umum Dengan Swadaya
Kamis 4 Juni 2026 ratusan masa dari kelurahan Komering Agung mendatangi Kantor DPRD II Lamteng.
Warga Kelurahan Komering Agung demo ke DPRD Lamteng terkait sengketa tapal batas wilayah dengan PT.Golden Navara

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 03:04 WIB

Dinsos Lampung Tengah Bungkam Soal BPJS Ibu Hamil Nonaktif, PPWI Pertanyakan Keberpihakan kepada Rakyat Kecil

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:09 WIB

DPRD Lampung Tengah Didesak “Turun Gunung” Awasi Proyek Rigid Beton Kalirejo-Bangunrejo Rp60 Miliar, Ancaman Truk Overload Jadi Sorotan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 02:55 WIB

Ketua DPD PPWI Lampung Soroti Lokasi dan Kualitas Pembangunan Koperasi Merah Putih di Gunung Sugih, Minta Evaluasi Menyeluruh

Sabtu, 27 Juni 2026 - 02:36 WIB

Jelang Persalinan Sesar, Ibu Hamil di Lampung Tengah Menangis Karena BPJS Nonaktif, PPWI Turun Tangan Cari Solusi

Senin, 22 Juni 2026 - 05:55 WIB

Polda Lampung resmi menetapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Tengah, Welly Adiwantra, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi rekrutmen tenaga honorer fiktif di lingkungan Pemerintah Kota Metro.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 03:55 WIB

Sekda Lamteng Welly Adiwantra Resmi Tersangka Korupsi Honorer Fiktif Metro

Senin, 15 Juni 2026 - 08:42 WIB

Ormas BIDIK Lampung Berikan TINTA MERAH Buat Pemkab Lam-Teng, Warga Perbaiki Jalan dan Drainase Umum Dengan Swadaya

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:15 WIB

Kamis 4 Juni 2026 ratusan masa dari kelurahan Komering Agung mendatangi Kantor DPRD II Lamteng.

Berita Terbaru