Papua Barat Daya
Surat rapat dengar pendapat yang di layangkan oleh Suku besar Byak Provinsi Papua barat daya, telah di terima oleh lembaga aspirasi rakyat itu, dengan satu pernyataan yang sangat tegas, DPRD Provinsi Papua barat daya, siap sikapi kasus penembakan terhadap Wakil kepala suku biak kabupaten Sorong, sekaligus kader partai solidaritas indonesi Timotius Rumpaidus.
Baik kami menerima surat tuntutan ini, dan kami siap menyikapi kasus PENEMBAKAN ini dengan SERIUS, Ucap Wakil ketua I DPRD Provinsi PBD Anneke, Lieke, Makatuuk.
Kami menerima dan kami akan memanggil pihak pihak yang berkaitan dalam kasus ini, serta dapat mempertanggung jawabkan perbuatanya di depan Hukum berber Anneke 12 Agustus 2026, di ruang mediasi kantor DPR. dan pernyataan tersebut di sampaikan di depan anggota DPR Lainya termasuk anggota DPR Otsus, George Sors Wanma.
Surat rapat dengar pendapat itu ada empat poin penting, yang menjadi kajian utama bagi DPR provinsi Papua barat daya, dan dapat mempertanggung jawabkan di depan publik.
1. Kami mendesak DPR PBD, SEGERAH Membentuk panitia khusus (PANSUS) dalam menyikapi persoalan penembakan terhadap Timotius Rumpaidus.
2. Segerah memangil direktur utama CV Prima Papau (Toni) yang mana terafiliasi dengan peristiwa penembakan.
3. Segerah memanggil komandan POMAL Sorong, (Feber Simandalahi) yang memerintahkan sejumlah anggota TNI POMAL mendatangi rumah kediaman Timotius Rumpaidus dan melakukan aksi penembakan dengan alasan DISERSI.
4. jika hasil dari sejumlah tuntutan ini tidak di sikapi, maka kami keluarga besar suku biak provinsi Papua barat daya, kabupaten Sorong, dan kota Sorong, akan melakukan aksi demonstrasi besar besar di 3 titik di antaranya: Kantor Gubernur provinsi PBD, Kantor DPRD Provinsi PBD, dan CV Prima Papua yang mana bergerak di bidang industri, sebagai pengelolah kayu ekspor.
Surat tuntutan tersebut di bacakan oleh Alfius Rumpaidus, kakak kandung korban penembakan, dan di serahkan oleh kepala suku besar biak provinsi Papua barat daya Hengki Korwa, kepada Wakil ketua I DPRD Provinsi PBD, Anneke, Lieke, Makatuuk.
Dalam penyerahan itu, kepala suku besar biak provinsi PB dan PBD, berpesan kepada sejumlah anggota DPR provinsi PBD, termasuk DPR Jalur Otsus Sors Wanma, jangan takut dengan siapapun di atas tanah Papua ini, jika kita bertindak dalam kebenaran, siapa saja kita lawan, sekalipun dia memakai tangan besi ucap Hengki, sekitar 14:29 Wit.










