BEKASI
Barisan Muda Bekasi (BMB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Bekasi sekaligus melayangkan laporan resmi ke Inspektorat Kota Bekasi. Massa mendesak adanya audit menyeluruh terkait serangkaian dugaan pelanggaran, mulai dari hilangnya kendaraan di lingkungan dewan hingga penjualan aset Bus Trans Patriot.
Polemik Pengelolaan Gedung dan Dugaan KKN
Fokus utama aksi massa tertuju pada PT Adhimukti Inti Indonesia selaku pengelola building management Gedung DPRD. Perusahaan ini kembali memenangkan tender pengelolaan, padahal memiliki rekam jejak keamanan yang dipertanyakan menyusul insiden hilangnya sepeda motor di area gedung pada tahun 2025.
Hingga kini, publik menilai tidak ada evaluasi terbuka maupun pertanggungjawaban yang jelas terkait insiden keamanan tersebut. Kemenangan kembali perusahaan yang sama memicu dugaan adanya praktik monopoli dan pengaturan lelang yang sarat Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Kekecewaan massa semakin memuncak lantaran Sekretaris DPRD (Sekwan), selaku pemegang kewenangan administratif, tidak menemui massa aksi. Hal ini dinilai sebagai upaya penghindaran klarifikasi terkait proses lelang tersebut.
Kontroversi Penjualan Bus Trans Patriot.
Selain masalah internal DPRD, BMB juga membongkar dugaan penyimpangan di tubuh BUMD PT Mitra Patriot. Isu penjualan bus Trans Patriot yang sebelumnya sempat diprotes oleh anggota dewan kembali diangkat.
Penjualan aset ini dinilai cacat prosedur karena:
* Kurangnya transparansi terkait nilai transaksi dan dasar hukum penjualan.
* Berpotensi melanggar mekanisme pemindahtanganan aset daerah.
* Mencederai fungsi BUMD sebagai penyedia layanan publik, bukan sekadar entitas bisnis.
Langkah Hukum
Menilai adanya pola pengelolaan aset yang bermasalah secara sistemik, BMB telah menyerahkan seluruh temuan dan bukti dugaan pelanggaran ke Inspektorat Kota Bekasi. Mereka menuntut audit investigatif terhadap proses lelang building management di DPRD serta penelusuran aliran dana dan prosedur penjualan aset bus BUMD.
Opsi 2: Ringkasan Poin Penting (Untuk Laporan Cepat)
Berikut adalah inti permasalahan yang diangkat dalam aksi Barisan Muda Bekasi (BMB):
1. Masalah di Gedung DPRD Kota Bekasi
* Isu Keamanan: Terjadi kehilangan motor pada tahun 2025 di area yang seharusnya berpengamanan ketat, tanpa ada evaluasi terbuka.
* Dugaan Monopoli & KKN: PT Adhimukti Inti Indonesia kembali memenangkan tender pengelolaan gedung (building management) meskipun memiliki catatan insiden keamanan. Hal ini memicu dugaan pengaturan pemenang lelang.
* Sikap Pejabat: Sekretaris DPRD (Sekwan) tidak menemui massa aksi, menimbulkan kesan menghindar dari transparansi.
2. Masalah di BUMD (PT Mitra Patriot)
* Penjualan Aset: Dugaan penjualan unit bus Trans Patriot yang tidak transparan.
* Pelanggaran Prosedur: Penjualan dinilai melanggar mekanisme aset daerah dan merugikan fungsi pelayanan publik.
3. Tuntutan Massa
* Melaporkan kasus ke Inspektorat Kota Bekasi.
* Mendesak audit menyeluruh terhadap proses lelang gedung DPRD dan penjualan bus BUMD.arf na 70.










