Papua barat daya
Aksi penembakan masih sering terjadi di provinsi Papua barat daya sala satunya adalah kabupaten Sorong, aksi tembak menembak ini memicu ancaman dan kecaman warga Papua barat daya, kepada segelintir oknum anggota TNI, yang selalu mengedepankan tindakan represif daripada pendekatan yang humanis. Aksi tembak yang di lakukan oleh oknum anggota TNI, di picu dari sejumlah warga Warmon klalin 6 kabupaten Sorong, yang melakukan aksi demo damai di lokasi CV prima papua, yang mana telah di ketahui bersama, ada kuat dugaan, terjadinya penjualan dan pembelian BBM bersubsidi, jenis bio solar ilegal antara sejumlah oknum TNI, maupun CV prima papua.
belum lagi ada kuat dugaan pelanggaran pencemaran lingkungan hidup, yang di lakukan oleh CV prima papua, kepada warga yang rumahnya tidak jauh dari areal produksi kayu ekspor. STIGMA yang di tunjukan oleh sejumlah anggota TNI, dan CV prima papua, menjadi kekecewaan yang begitu mendalam bagi masyarakat. apakah benar hukum negara Indonesia, adalah hukum tumpul ke bawa, dan melindungi kaum konglomerat?
Sesuai keterangan Lambert makona kepada wartawan media ini, awal mula ada 7 anggota TNI bersenjata lengkap, mendatangi kediaman Timotius Rumpaidus di klalin 6 kelurahan Warmon, kabupaten Sorong Selasa 28 juli 2026, sekitar jam 10 pagi. Kedatangan sejumlah anggota TNI tersebut, memicu konflik mulut dengan korban dan hingga terjadi insiden penembakan.
Lambert mengatakan, kedatang 7 anggota TNI itu, tidak sedikitpun menunjukan mereka adalah satria penjaga bangsa ini, mereka datang seperti singa lapar yang siap menerkam korban. Saat mereka masuk ke dalam rumah dan tanyakan Kakak Timo, saya sampaikan beliau ada, tapi masih tidur. saya pun pergi mengetuk pintu dan mengatakan kepada kaka Timo kalau ada anggota TNI yang mencarinya.
Singkat cerita mas, Kaka Timo bangun dan hendak membasu muka, ada terdengar ucapan sala satu anggota TNI, cepat sedikit, namun Kaka cuma bisa menjawab sabar ya,, kata Lambert kepada wartawan di areal rumah sakit kilometer 24 kabupaten Sorong. Korban penembakan Timo Rumpaidus datang menemui 7 anggota TNI itu, namun korban langsung di hadang dengan pertengkaran perkelahian, hingga terjadi penembakan, ucap Lambert.
Lebih lanjut lamber mengatakan, mereka sudah menembak kaki kiri samping tumit bawa, dan melepas tembakan ke atas barulah Kaka Timo teriak saya di tembak, saya dapat tembak. Usai mendengar teriakan itu, 7 anggota prajurit itu lari ketakutan menuju mobil POMAL dan hailux putih. Sementara kami bergegas membawa Kaka Timo datang ke rumah sakit tutupnya.
Dari kejadian itu kepala suku biak, kabupaten Sorong, Moses Adadikam mengutuk dan mengecam keras tindakan tersebut, ini Preseden buruk yang di tunjukan oleh segelintir oknum TNI, kepada kami masyarakat Papua. kami meminta panglima TNI segerah menanggapi persoalan penembakan yang terjadi di klalin 6 kabupaten Sorong, dan kami siap giring kasus ini hingga titik darah penghabisan. kami berharap panglima segerah perintahkan bawahnya yang ada di sorong, sehingga kasus ini dapat di usut tuntas, kami minta 7 anggota prajurit TNI itu di pecat. Tutup moses Adadikam









